Friday, July 9, 2010

Mari Membeli Buku Bekas!

Suatu tempat dimana kita bisa saling berbagi pikiran, berimajinasi, berkhayal, bernostalgia, bahkan jual-beli. Salah satu tempat favorit saya di Solo, ya, inilah Pasar Buku Bekas. Berlokasi di depan alun-alun utara Keraton Kasunanan Solo, bersebelahan dengan pasar barang antik dan kios kaca mata lower class. Mulai dari majalah, komik, tabloid, novel, kamus bahasa, kamus ilmiah, kliping, buku literatur, epik, peta, atlas, buku kuno (peninggalan keraton, peninggalan penjajah, buku bertuliskan tangan, buku bertuliskan aksara jawa, dll), foto kuno, perangko, bahkan mainan jadul, yang pastinya semua dijamin 100% bekas! Harga kisaran 1000 rupiah sampai tak terhingga (sampai penjualnya nggak tega buku kesayangannya dijual). Minimal sebulan sekali saya pasti menyempatkan untuk bermain disini, entah itu memang sedang cari buku, atau sekedar iseng sembari berdoa dapat menemukan kejutan hari itu.
Sementara Gramedia melancarkan serangan big sale buku murah, disini para pedagang dengan santai menunggu para penikmat buku bekas seperti saya untuk berbisnis dengannya. Tawar-menawar seperti yang biasa dilakukkan ibu kita di pasar adalah suasana biasa disini. Dan jangan heran kalau disini pedagang mengenal betul sosok WS Rendra, Pram, Goenawan Muhammad, Andre Gorz, Karl Marx. Jadi jangan heran pula kalau mereka mengerti betul “nilai” sebuah buku yang mereka jual. Disinilah kenikmatannya, kita bisa ngobrol banyak dengan mereka seperti kita ngobrol dengan penulis, yang notabene hanyalah seorang pedagang kaki lima. Karena buku mereka pintar, karena buku mereka bisa hidup.
Daripada dia menjadi sampah, daripada dia menguap hitam berpolusi, biarlah dia mengudara dari mulut kita, baca dia, rawat dia..

2 comments: